NEWS UPDATE :

Berita


Ruhiah

Ammah

Tampilkan postingan dengan label headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label headline. Tampilkan semua postingan

Wawancara Hidayat Nur Wahid: "Tidak ada istilah 'turun pangkat' dalam pengabdian"

Rabu, 28 Maret 2012

Nama Hidayat Nur Wahid mengejutkan setiap orang pada akhir masa pendafaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta pada Senin (19/3).
Mantan Ketua MPR itu didaftarkan Partai Keadilan Sejahtera bersama Didik J Rachbini sebagai pendampingnya.

Banyak kalangan yang menganggap keputusan Hidayat tersebut konyol. Apalagi terkait pencitraan terhadap dirinya yang turun tangga dari Ketua MPR menjadi calon gubernur.

Berikut petikan wawancara singkat bersama Hidayat Nur Wahid perihal pencalonannya tersebut.


Bagaimana ceritanya bapak tahu-tahu dicalonkan sebagai gubernur, sedangkan selama ini bapak tidak pernah tampil atau digadang-gadangkan namanya oleh PKS?

Saya sendiri juga terkejut sebenarnya. Saya berkali-kali bilang kepada teman-teman pers dan siapa saja yang bertanya langsung tentang hal ini. Saya tidak pernah mencalonkan diri.

Malah saya itu sampai hari terakhir pendaftaran pekan lalu masih berusaha keras mendorong Triwisaksana untuk maju dan mencarikan wakilnya. Tahu-tahu musyawarah justru mencalonkan saya.


Bagaimana dengan banyak pernyataaan bapak seolah-olah tengah menurunkan citra sendiri, dari Ketua MPR kemudian pernah juga dicalonkan sebagai Presiden kok sekarang malah mengincar DKI 1?

Sekali lagi saya tegaskan saya tidak pernah mencalonkan diri, melainkan diajukan partai. Bagi saya tidak ada istilah turun gunung, karena mengabdi itu bisa di mana saja dengan profesi apa pun.

Titel, jabatan itu sama sekali tidak mempengaruhi fungsi pengabdian. Kami terbiasa dengan budaya ini. Jadi tidak ada istilah 'turun gunung' (turun pangkat) dalam pengabdian. Mengabdi ya mengabdi saja.


Terkait dengan isu pluralisme yang selama ini melekat dalam diri anda, apakah anda tidak merasa hal itu akan menjadi penghambat jalan anda menuju DKI 1?

Justru menurut saya hal itu malah akan menjadi pemulus langkah saya. Saya ini seorang pluralis sesuai dengan karakter Jakarta yang lekat dengan perbedaan.***


*http://kabarpolitik.com/2012/03/25/wawancara-hidayat-nur-wahid/

Kader PKS : Inilah Bagaimana Kami di Bentuk

Senin, 26 Maret 2012


Di PKS kami kader kadernya diwajibkan menghadiri pengajian rutin sepekan sekali. Mempelajari ilmu ilmu agama, akhlak akhlak yang baik, nilai nilai kemanusiaan, dan nilai nilai ketuhanan. Bertahun – tahun, pengajian itu kami lakukan. Sampai membentuk karakter manusia yang baik. Bernurani jernih, dan berjiwa lembut. Itulah mengapa, kami selalu bersemangat mengadakan baksos, membatu korban bencana alam.
Bukan!
Bukan semata karena alasan politik, kalau hanya karena alasan politik, nisacaya kami tidak akan mau melakukan pekerjaan pekerjaan sosial itu. Yang kami cari jauh melebihi motivasi motivasi duniawi tersebut. Menembus langit, yaitu dalam rangka menyenangkan tuhan kami, Allah swt.
Di pengajian pekanan itulah, kami kader PKS dikontrol, dievalusai, kehidupan kami dalam kurun sepekan tersebut. Kehidupan ruhiyah (amalan amalan) kami, dan kehidupan sosial kami. Diantara kami ada yang grafik nya naik turun. Tetapi naik turun semangat tadi, masih dalam kecenderungan meningkat. Dan dengan proses penjagaan itulah, kami, kader – kader pks dapat memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa kami dapat menjaga amanah, amanah dari rakyat, amanah dari Allah.
Bahwasannya kami punya mekanisme, kami punya instrument penjagaan yang begitu kami taati, begitu kami rindukan dari pekan ke pekannya..
Di pengajian pekanan itulah, poin poin seperti shalat lima waktu – tepat waktu – di masjid, di evaluasi. Dan tidak sekedar dievaluasi, disanalah kami menemukan alasannya, mengapa kami diperintahkan Allah begitu, apa enaknya buat kami melaksanakan perintah perintah Allah tersebut. Disanalah kami menemukan kawan berlomba, menjadi yang terbaik dimata Allah.
Selanjutnya yang bisa kami sampaikan adalah setiap pekan rata rata kader pks diajak untuk adalah Shaum senin kamis, Shalat Dhuha, Shalat tahajud minimal dua kali, berinfak, dan seterusnya.. termasuk mengkhatamkan Al-Qur’an paling lama sebulan sekali.
Dan dengan semua ketentuan partai itulah kami mendewasakan diri kami, sebagai bagian dari masyarakat, juga sebagai kader partai yang suatu saat akan diamanahkan ke parlemen, atau menjadi kepala daerah, menteri, dan presiden. Menyiapkan kualitas kualitas diri kami, sampai Allah melihat telah sampailah waktunya kami diberi amanah kepemimpinan tersebut.
Maka, kami bisa sampaikan, bahwa calon calon legislatif dari PKS, calon calon kepala daerah dari pks memiliki kualifikasi kedekatan dengan Allah yang kurang lebih seperti penjelasan diatas. Dan terus dijaga setiap pekannya. Memiliki akhlak baik, hati yang peka, dan semangat yang terjaga. Karena untuk itulah kami diwajibkan mengikuti pengajian pekanan tersebut.
Bagi kami kader PKS, jabatan kepala daerah, jabatan di legislative, menteri dan presiden. Adalah amanah amanah yang kami kejar, bukan sebagai ambisi duniawi. Kalau sebatas itu saja alasannya, kalau hanya untuk keuntungan pribadi, kenikmatan dunia, niscaya kami tidak akan mau mengejarnya. Karena kami menyadari betul hakikat kehidupan kami yang teramat singkat ini. Tentang kenikmatan, nanti saja, kami hanya mau kenikmatan abadi, Surga Firdaus..
http://lh6.ggpht.com/_tsIkwFP-edY/TMgsYhXLLlI/AAAAAAAABgw/PPNwhS7aeVw/P1040053%5B4%5D.jpg
Jadi, bagi kami kader PKS, kekuasaan kekuasaan itu adalah jalan untuk memperbaiki sebanyak banyaknya, sebesar besarnya negara kita tercinta Indonesia ini, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menebar sebanyak banyaknya manfaat dimuka bumi. Dan untuk itu semua, cukup bagi kami, upahnya adalah senangnya tuhan kami, Allah swt. Dan nanti hadiahnya, sama Allah dikasih surga.
Dan karena, begitulah kami kader kader PKS memandang dunia ini, kami selalu dijaga, selalu saling menjaga, untuk tidak tergoda akannya, yang biasa kita kenal dengan korupsi dan sejenisnya..
Semangat, pemahaman, dan kualifikasi kedekatan dengan Tuhan kami tadi, berlaku untuk semua kader di seluruh bumi Indonesia, di posisi apapun kami berada.
Masyarakat lalu bertanya, apa untungnya buatmu, bersusah payah memperjuangkan orang lain. Tidak! Karena kami tidak melihat jabatan ini sebagai sesuatu yg harus kami miliki secara pribadi, maka jangan heran kalau kami selalu bersemangat mengusung ‘orang lain – orang lain’ tersebut, Dengan bensin dari kantong kantong pribadi kami sendiri. Karena dimata Allah, kami yang memperjuangkan pemimpin pemimpin kami itu memperoleh nialainya sendiri. Dan sungguh kami bersenang hati dengan senangnya Tuhan kami, Allah swt.
Akhirnya kami dapat deskripsikan siapa kader PKS itu dengan deskripsi dari ustadz kami,
Ustadz Rahmat Abdullah:
“ada kenyataan seseorang berkat mujahadah keras yang dilakukannya mampu menjaga wudhunya sepanjang hari, mengkhatamkan Al-Qur’an paling lama sebulan, tak putus tahajud, selalu shalat jamaah di Masjid dan selalu puasa senin kamis atau ayamul bidh. dalam muamalah selalu tepat waktu, berbakti kepada kedua orang tua, cair dalam bergaul, argumentatif dalam diskusi, elegan, cemerlang dalam karir dan sejumlah lagi kelebihan”
Dan kami akan terus menyampaikan kepada masyarakat, bagaimana kader kader PKS itu dibentuk. Dan kami akan perlihatkan pada masyarakat kenyataannya, buktinya, deskripsi dari ustadz kami tersebut, Ustadz Rahmat Abdullah diatas.
Bukan Riya’, karena kami tau betul betapa tidak berartinya amalan kami jika tidak dibarengi keikhlasan. Tapi beginilah kami harus berdakwah, menyebarluaskan Syiar, dan mengajak masyarakat, dari kalangan manapun untuk bersama kami, berjuang bersama kami. dan beginilah kami menjawab persepsi dari banyak masyarakat, kalau semua partai itu sama saja, maka jawaban kami tidak, PKS berbeda.

http://www.facebook.com/aki.awan

Sumber : islamedia

Sambut Mukernas 2012, PKS Gelar Jalan Santai



Menyambut Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2012, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar kegiatan jalan santai. Ribuan masyarakat mulai bayi, anak-anak, pemuda, pemudi para orang tua hingga usia lanjut tumpah ruah di lapangan Benteng bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Tikaful Sembiring dan Plt Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST, Minggu pagi (25/3).

Menkominfo didampingi Plt Gubsu yang melepas langsung kegiatan jalan santai di lapangan Benteng Medan menyampaikan 'didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat' , maka untuk itu mari kita gerakkan tubuh kita dengan jalan santai. "Mungkin acara seperti ini dapat pula dilakukan tiap minggunya," harap Tifatul Sembiring yang diamini Gatot Pujo Nugroho.

Dengan diiringi  drum band Sinar Husni serta drum band MAN 2 Medan, peserta gerak jalan santai langsung bergerak setelah dilepas. Mereka terlihat begitu antusias dan bergembira ria memenuhi ruas jalan meunuju garis finish di Lapangan Benteng Medan. Tak kelihatan rasa lelah dalam melintasi jalan yang hampir berjarang lebih kurang 5 kilometer.

Bahkah ada balita yang tertidur dalam gendongan orangtuanya saat melakukan jalan santai. Itu akibat respon positif terhadap kegiatan yang dilakukan PKS dalam rangka Mukernas 2012.

"Ini memang sudah ditunggu-tunggu anak saya, dia yang mengingatkan saya untuk hadir ke lapangan benteng ini usai shalat shubuh tadi," ujar salah satu peserta yang mennceritakan besarkan minat anaknya untuk mengikuti jalan santai ini.

Hal yang sama juga terlihat pada Saula yang berumur satu tahun. Ditemani orangtuanya, Balita ini sampai juga di garis finis. Bahkan, orang tuanya semakin erat memegang anaknya agar tak hilang dari keramaian orang. Keringat bercucuran tak menjadi penghalang bagi semua peserta untuk menuntaskan hingga akhir kegiatan.

"Sudah dari jam 07.30 tadi kami sekeluarga hadir di lapangan ini, semuanya senang ikut. Selain sehat kalau beruntung juga dapat hadiah," ujar orang tua Saula.

Lebih-lebih, keceriaan dan kegembiraan peserta terlihat juga terjadi pada acara pengundian hadiah/door prize di lapangan Merdeka. Yang beruntung langsung berteriak dan bersyukur mengucapkan nama besar Allah SWT saat nomor undiannya disebut pembawa acara.

Kesuksesan pelaksanaan gerak jalan santai tersebut merupakan kesuksesan dari DPW PKS Sumut yang menjadi tuan rumah Mukernas Nasional 2012. Usai melakukan gerak jalan para peserta juga bisa bersantai sambil melihat bazar yang ada di lapangan Benteng. berbagai produk unggulan, serta sovenir dan juga permainan anak tersedia ditempat itu. berbagai jajanan berupa makanan dan minuman juga dapat dinikmati di tempat itu.

Dana Amal PKS Setahun Capai Rp 300 Miliar



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam setahun mampu mengumpulkan dana amal dari para kadernya sekitar Rp 300 miliar. Dana itu, selain dari pemotongan gaji politisi PKS yang menjadi anggota dewan, juga hasil dari sumbangan simpatisan, serta beragam aktivitas yang digelar partai.

“Dana charity kami lebih 300 miliar per tahun. Tapi tidak cukup untuk membiayai roda organisasi PKS,” ujar Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta dalam diskusi 'Partai Politik Masih Perlu Ga Sih? Mencari Akar dan Solusi Korupsi Politik'.  Acara tersebut dihelat Harian Republika bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri di Universitas Padjadjaran (Unpad), Ahad (18/3).

Menurut Anis, setiap anggota Fraksi PKS DPR, gajinya setiap bulan dipotong Rp 20 juta. Untuk DPRD provinsi dipotong Rp 6 juta per bulan, dan potongan Rp 2 juta per bulan bagi DPRD kabupaten/kota. Adapun kalau kader PKS mendapat honor tambahan, imbuh dia, maka diberlakukan sumbangan absolut kepada partai sebanyak puluhan persen.

Meski dana yang berhasil dikumpulkan cukup banyak, Anis mengaku pengeluaran PKS lebih besar dari itu. Karena itu, pihaknya mengusulkan agar ada anggaran yang diambil dari APBN untuk dialokasikan kepada partai.

Tujuannya, kata dia, agar parpol bisa hidup normal dan tidak mencari pembiayaan lewat jalur ilegal. “Perlu ada kontribusi APBN untuk program pendidikan dan pengkaderan parpol. Ini agar politisi yang duduk di DPR bisa berperan memperjuangkan aspirasi rakyat,” saran wakil ketua DPR tersebut.

Sumber: Republika

60 Ribu Kader PKS Bergerilya di Jakarta Menangkan Hidayat-Didik


Jakarta PKS mengerahkan kekuatan penuh untuk pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini di Pilkada DKI. Seluruh kader PKS yang ada di Jakarta akan bergerak memenangkan Hidayat-Didik.

"Jumlah kader di DKI mendekati angka 60 ribu. Semuanya kader militan komitmen untuk memenangkan pasangan Hidayat-Didik," jelas juru bicara PKS Mardani Ali Sera saat berbincang, Sabtu (24/3/2012).

Selain mengerahkan puluhan ribu kader militan, strategi lainnya yakni melakukan pendekatan ke masyarakat DKI.

"Kita punya kelebihan pasangan Hidayat-Didik ini kepemimpinan tegas pada figur Dr Dayat dan penguasaan strategi pembangunan ekonomi Jakarta pada figur Pak Didik," jelasnya.

Mardani pun menatap optimis Pilkada DKI. Namun dia pun tidak memandang remeh kandidat yang lain.

"Semua lawan berat. Semua punya program dan kekhasan untuk ditawarkan," jelasnya.

Sejumlah pasangan dari baik dari parpol dan jalur independen akan bertarung di Pilkada DKI Juli mendatang. Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli diusung PD, PAN, PKB, Hanura.

Alex Noerdin-Nono Sampono diusung Golkar, PPP, dan PDS. Jokowi-Ahok diusung Gerindra dan PDIP.

Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini diusung PKS. Faisal Basri dan Biem Benyamin serta Hendardji Soepandji- A Mirza dari jalur independen.
Sumber : Detik.com

Soal Rok Mini, Laki-laki & Perempuan Sama-sama Bertanggungjawab



Jakarta - Isu larangan berpakaian mini di areal gedung DPR  pada akhirnya menjadi sebuah perdebatan yang tidak sehat ketika arahnya menjadi seolah-olah laki-laki dan perempuan saling bertikai untuk memperebutkan hak. Hak untuk berpakaian mini dan hak untuk  meliarkan pandangan.

Ada perempuan sewot dan menuding laki-laki terlalu berpikiran kotor dan kurang kerjaan sehingga mengurusi rok mini. Ada laki-laki geram karena perempuan seenaknya berpakaian mini dan seksi hingga mengganggu pandangan dan konsentrasi.

“Ini jelas menjadi tidak sehat kalau semua pihak hanya berpikir tentang dirinya dan “haknya” masing-masing. Padahal soal menjaga kepatutan bersikap, berperilaku, berkata-kata, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama bertanggungjawab.” Kata Ledia Hanifa, aleg Komisi VIII DPR RI yang salah satunya mengurusi soal Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di DPR, Kamis (7/3).

Dalam pergaulan sehari-hari, meninggikan tanggungjawab semestinya lebih diutamakan daripada menuntut hak. Bahkan dengan menegakkan tanggungjawab, hak-hak diri kita pun akan terpenuhi.

“Tak usah marah, sewot, atau geramlah. Coba kita penuhi dulu tanggungjawab kita dalam kehidupan sosial, dengan menjadi orang yang sadar dan selalu menjaga kepatutan, kesantunan dalam berperilaku, bersikap, berkata-kata, maka hasilnya, hak kita untuk hidup bersosial dengan nyaman, tenang  dan damai juga akan didapat.”

Untuk para lelaki, misalnya, Ledia mengingatkan untuk menjaga diri tidak mengumbar pandangan, bersenda gurau yang mengarah pada omongan jorok, sexis atau melecehkan perempuan. “Seringnya kan begitu, sebagian laki-laki suka jelalatan, bercanda rada porno, sexis atau malah berkata yang merendahkan perempuan, seperti, alaah perempuan bisa apa sih. Atau kalau ada pekerjaan perempuan yang tidak beres, berkata, dasar perempuan!”

Sebaliknya, Ledia juga menghimbau para perempuan juga menjaga sikap, kata-kata  dan perilaku. “Kalau dihimbau tidak berpakaian mini ya jangan sewotlah. Kan kita semua sama-sama bertanggungjawab menjaga kepatutan. Jangan karena laki-laki tidak boleh mengumbar pandangan, tidak boleh melakukan pelecehan, menghina, merendahkan perempuan, lantas berarti perempuan jadi boleh seenaknya dalam bersikap, berperilaku, termasuk berpakaian.“ papar Ketua Bidang Humas Kaukus Perempuan Parlemen RI ini pula.

Karena itu, aleg FPKS ini merasa himbauan tidak berpakaian mini di lingkungan DPR jangan ditanggapi sebagai pertarungan menuntut hak apalagi sampai terkesan ada dominasi pengaturan laki-laki atas perempuan.

“Menjaga kesantunan itu tanggungjawab kita bersama kok. Jadi, ya semua ditanggapi positip sajalah.” Pungkasnya.

Sumber: Fraksi PKS DPR RI

Kenaikan BBM, FPKS Tawarkan 3 Solusi


PKS menganggap bahwa kenaikan harga BBM Bersubsidi belum tentu menjadi solusi terbaik bagi persoalan APBN 2012. Untuk itu, FPKS menawarkan 3 solusi guna mengatasi tekanan anggaran akibat membengkaknya subsidi BBM.

Sekretaris FPKS DPR RI KH Abdul Hakim, Kamis (22-3) mengatakan, solusi pertama yang ditawarkan fraksinya untuk mengatasi membengkaknya subsidi BBM yaitu tidak menaikan harga BBM.

FPKS, kata Hakim, berpandangan bahwa ketika harga BBM tidak dinaikkan, maka anggaran subsidi BBM dalam RAPBNP akan membutuhkan tambahan sekitar Rp60 triliun. Namun dengan tidak ada kenaikan harga BBM maka tentunya tidak ada dana untuk kompensasi sebesar Rp 25 triliun dalam RAPBNP 2012, sehingga kekurangan dana dalam RAPBNP menjadi sebesar Rp 35 triliun.

“Untuk menutupi kekurangan dana sebesar Rp 35 triliun tersebut diambil jalan yang tidak mengubah postur belanja dan penerimaan RAPBNP 2012, yaitu menambah defisit 0,41% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sehingga defisit seluruhnya akan menjadi sebesar Rp225,1 triliun atau 2,64% dari PDB. Rasio defisit ini naik 0,41% (Rp 35 triliun) dari rencana dalam RAPBNP 2012 sebesar 2,23% (Rp 190,1 triliun) tetapi masih dibawah batas yang dibolehkan Undang-undang sebesar 3% dari PDB,” Kata Hakim.

Alternatif lain untuk menutupi kekurangan dana tersebut adalah dengan sedikit mengubah postur RAPBNP 2012 dengan mempertahankan penerimaan pajak sebesar Rp1.032 Triliun seperti target dalam APBN 2012, mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan pemanfaatan Saldo anggaran lebih (SAL) yang mencapai Rp96,6 Triliun serta melakukan penghematan terhadap belanja barang dan pegawai.

Sebagai solusi kedua, FPKS menawarkan pemberlakukan BBM Bersubsidi dengan Dua Harga.  “Jika pemerintah ingin mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM, maka sebaiknya memilih kebijakan “pemilahan” sekaligus “pemihakan” (discriminative and affirmative policy) yaitu melalui skema BBM Bersubsidi 2 harga (dual price), yaitu Rp 6.000/liter untuk Mobil Pribadi sesuai usulan RAPBNP 2012, sementara Kendaraan Umum, Angkutan Pedesaan, Kendaraan Barang/Usaha Kecil Menengah, dan motor tetap seharga Rp 4.500/liter,” kata Hakim.

Dengan skema ini, FPKS berkeyakinan subsidi BBM akan tepat sasaran sehingga pemerintah tidak perlu lagi memberikan skema kompensasi yang cenderung rumit dan berpotensi terjadi penyimpangan dan dipolitisasi.

“Dengan pemberlakukan BBM dua harga ini, maka masyarakat yang harus menerima subsidi ‘dipastikan’ menerima haknya sejak awal, sehingga pemerintah tidak perlu memberikan skema kompensasi yang cenderung rumit dan berpotensi terjadi penyimpangan dan politisasi.” Kata politisi PKS asal Lampung itu.

Dengan skema BBM Bersubsidi 2 harga ini, kata Hakim, jumlah tambahan beban subsidi yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 25,34 triliun. Bila kemudian ditambah dengan investasi untuk infrastruktur pengaturan ini sebesar ‘kurang’ dari Rp1,2 triliun maka tambahan kenaikan defisit hanya 0,31% (Rp 26,54 triliun) sehingga defisit dalam RAPBNP 2012 menjadi 2,54% dan masih dibawah ambang batas yang diijinkan dalam peraturan perundang-undangan.

Dan jika Pemerintah tetap berkeinginan menaikan BBM Bersubsidi, maka FPKS meminta agar kenaikan BBM hanya sebesar Rp500/liter. “Pemerintah dapat menaikan BBM Bersubsidi dengan angka kenaikan yang minimal dalam tenggat waktu tertentu untuk kemudian dikombinasikan dengan kebijakan BBM Bersubsidi dua harga. BBM Bersubsidi naik sementara Rp500, sampai kemudian infrastruktur pengaturan yang sebelumnya tertunda dapat diselesaikan.” Kata Hakim.

Dengan skema ini, jumlah tambahan beban subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp 19,05 triliun. Maka tambahan kenaikan defisit hanya 0,22% sehingga defisit dalam RAPBNP 2012 menjadi 2,45%. Tambahan beban subisidi tersebut dapat ditutup dengan penghematan dari penetapan subsidi listrik sebesar Rp29 triliun yang telah diputuskan oleh Menteri ESDM dan Komisi VII, Kamis, 15 Maret 2012, mempertahankan penerimaan pajak tetap seperti target dalam APBN 2012 dan optimalisasi PNBP serta pemanfaatan SAL.

Sumber: Fraksi PKS DPR RI
 
© Copyright PKS 3 2012 | Design by PKS TEMPLATE | Powered by Blogger.com.