NEWS UPDATE :

Berita


Ruhiah

Ammah

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sambut Mukernas 2012, PKS Gelar Jalan Santai

Senin, 26 Maret 2012



Menyambut Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2012, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar kegiatan jalan santai. Ribuan masyarakat mulai bayi, anak-anak, pemuda, pemudi para orang tua hingga usia lanjut tumpah ruah di lapangan Benteng bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Tikaful Sembiring dan Plt Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST, Minggu pagi (25/3).

Menkominfo didampingi Plt Gubsu yang melepas langsung kegiatan jalan santai di lapangan Benteng Medan menyampaikan 'didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat' , maka untuk itu mari kita gerakkan tubuh kita dengan jalan santai. "Mungkin acara seperti ini dapat pula dilakukan tiap minggunya," harap Tifatul Sembiring yang diamini Gatot Pujo Nugroho.

Dengan diiringi  drum band Sinar Husni serta drum band MAN 2 Medan, peserta gerak jalan santai langsung bergerak setelah dilepas. Mereka terlihat begitu antusias dan bergembira ria memenuhi ruas jalan meunuju garis finish di Lapangan Benteng Medan. Tak kelihatan rasa lelah dalam melintasi jalan yang hampir berjarang lebih kurang 5 kilometer.

Bahkah ada balita yang tertidur dalam gendongan orangtuanya saat melakukan jalan santai. Itu akibat respon positif terhadap kegiatan yang dilakukan PKS dalam rangka Mukernas 2012.

"Ini memang sudah ditunggu-tunggu anak saya, dia yang mengingatkan saya untuk hadir ke lapangan benteng ini usai shalat shubuh tadi," ujar salah satu peserta yang mennceritakan besarkan minat anaknya untuk mengikuti jalan santai ini.

Hal yang sama juga terlihat pada Saula yang berumur satu tahun. Ditemani orangtuanya, Balita ini sampai juga di garis finis. Bahkan, orang tuanya semakin erat memegang anaknya agar tak hilang dari keramaian orang. Keringat bercucuran tak menjadi penghalang bagi semua peserta untuk menuntaskan hingga akhir kegiatan.

"Sudah dari jam 07.30 tadi kami sekeluarga hadir di lapangan ini, semuanya senang ikut. Selain sehat kalau beruntung juga dapat hadiah," ujar orang tua Saula.

Lebih-lebih, keceriaan dan kegembiraan peserta terlihat juga terjadi pada acara pengundian hadiah/door prize di lapangan Merdeka. Yang beruntung langsung berteriak dan bersyukur mengucapkan nama besar Allah SWT saat nomor undiannya disebut pembawa acara.

Kesuksesan pelaksanaan gerak jalan santai tersebut merupakan kesuksesan dari DPW PKS Sumut yang menjadi tuan rumah Mukernas Nasional 2012. Usai melakukan gerak jalan para peserta juga bisa bersantai sambil melihat bazar yang ada di lapangan Benteng. berbagai produk unggulan, serta sovenir dan juga permainan anak tersedia ditempat itu. berbagai jajanan berupa makanan dan minuman juga dapat dinikmati di tempat itu.

Dana Amal PKS Setahun Capai Rp 300 Miliar



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam setahun mampu mengumpulkan dana amal dari para kadernya sekitar Rp 300 miliar. Dana itu, selain dari pemotongan gaji politisi PKS yang menjadi anggota dewan, juga hasil dari sumbangan simpatisan, serta beragam aktivitas yang digelar partai.

“Dana charity kami lebih 300 miliar per tahun. Tapi tidak cukup untuk membiayai roda organisasi PKS,” ujar Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta dalam diskusi 'Partai Politik Masih Perlu Ga Sih? Mencari Akar dan Solusi Korupsi Politik'.  Acara tersebut dihelat Harian Republika bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri di Universitas Padjadjaran (Unpad), Ahad (18/3).

Menurut Anis, setiap anggota Fraksi PKS DPR, gajinya setiap bulan dipotong Rp 20 juta. Untuk DPRD provinsi dipotong Rp 6 juta per bulan, dan potongan Rp 2 juta per bulan bagi DPRD kabupaten/kota. Adapun kalau kader PKS mendapat honor tambahan, imbuh dia, maka diberlakukan sumbangan absolut kepada partai sebanyak puluhan persen.

Meski dana yang berhasil dikumpulkan cukup banyak, Anis mengaku pengeluaran PKS lebih besar dari itu. Karena itu, pihaknya mengusulkan agar ada anggaran yang diambil dari APBN untuk dialokasikan kepada partai.

Tujuannya, kata dia, agar parpol bisa hidup normal dan tidak mencari pembiayaan lewat jalur ilegal. “Perlu ada kontribusi APBN untuk program pendidikan dan pengkaderan parpol. Ini agar politisi yang duduk di DPR bisa berperan memperjuangkan aspirasi rakyat,” saran wakil ketua DPR tersebut.

Sumber: Republika

60 Ribu Kader PKS Bergerilya di Jakarta Menangkan Hidayat-Didik


Jakarta PKS mengerahkan kekuatan penuh untuk pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini di Pilkada DKI. Seluruh kader PKS yang ada di Jakarta akan bergerak memenangkan Hidayat-Didik.

"Jumlah kader di DKI mendekati angka 60 ribu. Semuanya kader militan komitmen untuk memenangkan pasangan Hidayat-Didik," jelas juru bicara PKS Mardani Ali Sera saat berbincang, Sabtu (24/3/2012).

Selain mengerahkan puluhan ribu kader militan, strategi lainnya yakni melakukan pendekatan ke masyarakat DKI.

"Kita punya kelebihan pasangan Hidayat-Didik ini kepemimpinan tegas pada figur Dr Dayat dan penguasaan strategi pembangunan ekonomi Jakarta pada figur Pak Didik," jelasnya.

Mardani pun menatap optimis Pilkada DKI. Namun dia pun tidak memandang remeh kandidat yang lain.

"Semua lawan berat. Semua punya program dan kekhasan untuk ditawarkan," jelasnya.

Sejumlah pasangan dari baik dari parpol dan jalur independen akan bertarung di Pilkada DKI Juli mendatang. Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli diusung PD, PAN, PKB, Hanura.

Alex Noerdin-Nono Sampono diusung Golkar, PPP, dan PDS. Jokowi-Ahok diusung Gerindra dan PDIP.

Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini diusung PKS. Faisal Basri dan Biem Benyamin serta Hendardji Soepandji- A Mirza dari jalur independen.
Sumber : Detik.com

Kenaikan BBM, FPKS Tawarkan 3 Solusi


PKS menganggap bahwa kenaikan harga BBM Bersubsidi belum tentu menjadi solusi terbaik bagi persoalan APBN 2012. Untuk itu, FPKS menawarkan 3 solusi guna mengatasi tekanan anggaran akibat membengkaknya subsidi BBM.

Sekretaris FPKS DPR RI KH Abdul Hakim, Kamis (22-3) mengatakan, solusi pertama yang ditawarkan fraksinya untuk mengatasi membengkaknya subsidi BBM yaitu tidak menaikan harga BBM.

FPKS, kata Hakim, berpandangan bahwa ketika harga BBM tidak dinaikkan, maka anggaran subsidi BBM dalam RAPBNP akan membutuhkan tambahan sekitar Rp60 triliun. Namun dengan tidak ada kenaikan harga BBM maka tentunya tidak ada dana untuk kompensasi sebesar Rp 25 triliun dalam RAPBNP 2012, sehingga kekurangan dana dalam RAPBNP menjadi sebesar Rp 35 triliun.

“Untuk menutupi kekurangan dana sebesar Rp 35 triliun tersebut diambil jalan yang tidak mengubah postur belanja dan penerimaan RAPBNP 2012, yaitu menambah defisit 0,41% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sehingga defisit seluruhnya akan menjadi sebesar Rp225,1 triliun atau 2,64% dari PDB. Rasio defisit ini naik 0,41% (Rp 35 triliun) dari rencana dalam RAPBNP 2012 sebesar 2,23% (Rp 190,1 triliun) tetapi masih dibawah batas yang dibolehkan Undang-undang sebesar 3% dari PDB,” Kata Hakim.

Alternatif lain untuk menutupi kekurangan dana tersebut adalah dengan sedikit mengubah postur RAPBNP 2012 dengan mempertahankan penerimaan pajak sebesar Rp1.032 Triliun seperti target dalam APBN 2012, mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan pemanfaatan Saldo anggaran lebih (SAL) yang mencapai Rp96,6 Triliun serta melakukan penghematan terhadap belanja barang dan pegawai.

Sebagai solusi kedua, FPKS menawarkan pemberlakukan BBM Bersubsidi dengan Dua Harga.  “Jika pemerintah ingin mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM, maka sebaiknya memilih kebijakan “pemilahan” sekaligus “pemihakan” (discriminative and affirmative policy) yaitu melalui skema BBM Bersubsidi 2 harga (dual price), yaitu Rp 6.000/liter untuk Mobil Pribadi sesuai usulan RAPBNP 2012, sementara Kendaraan Umum, Angkutan Pedesaan, Kendaraan Barang/Usaha Kecil Menengah, dan motor tetap seharga Rp 4.500/liter,” kata Hakim.

Dengan skema ini, FPKS berkeyakinan subsidi BBM akan tepat sasaran sehingga pemerintah tidak perlu lagi memberikan skema kompensasi yang cenderung rumit dan berpotensi terjadi penyimpangan dan dipolitisasi.

“Dengan pemberlakukan BBM dua harga ini, maka masyarakat yang harus menerima subsidi ‘dipastikan’ menerima haknya sejak awal, sehingga pemerintah tidak perlu memberikan skema kompensasi yang cenderung rumit dan berpotensi terjadi penyimpangan dan politisasi.” Kata politisi PKS asal Lampung itu.

Dengan skema BBM Bersubsidi 2 harga ini, kata Hakim, jumlah tambahan beban subsidi yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 25,34 triliun. Bila kemudian ditambah dengan investasi untuk infrastruktur pengaturan ini sebesar ‘kurang’ dari Rp1,2 triliun maka tambahan kenaikan defisit hanya 0,31% (Rp 26,54 triliun) sehingga defisit dalam RAPBNP 2012 menjadi 2,54% dan masih dibawah ambang batas yang diijinkan dalam peraturan perundang-undangan.

Dan jika Pemerintah tetap berkeinginan menaikan BBM Bersubsidi, maka FPKS meminta agar kenaikan BBM hanya sebesar Rp500/liter. “Pemerintah dapat menaikan BBM Bersubsidi dengan angka kenaikan yang minimal dalam tenggat waktu tertentu untuk kemudian dikombinasikan dengan kebijakan BBM Bersubsidi dua harga. BBM Bersubsidi naik sementara Rp500, sampai kemudian infrastruktur pengaturan yang sebelumnya tertunda dapat diselesaikan.” Kata Hakim.

Dengan skema ini, jumlah tambahan beban subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp 19,05 triliun. Maka tambahan kenaikan defisit hanya 0,22% sehingga defisit dalam RAPBNP 2012 menjadi 2,45%. Tambahan beban subisidi tersebut dapat ditutup dengan penghematan dari penetapan subsidi listrik sebesar Rp29 triliun yang telah diputuskan oleh Menteri ESDM dan Komisi VII, Kamis, 15 Maret 2012, mempertahankan penerimaan pajak tetap seperti target dalam APBN 2012 dan optimalisasi PNBP serta pemanfaatan SAL.

Sumber: Fraksi PKS DPR RI
 
© Copyright PKS 3 2012 | Design by PKS TEMPLATE | Powered by Blogger.com.